Bila ketemu kawan lama. Usai bertanya, "anakmu wes pira"?", lalu tidak jarang akan dinasehati bagaimana mengasuh anak. Masyarakat agraris biasa merujuk pada model pengasuhan induk ayam kampung. Siklusnya : angrem, ngiring dan nyapih!
Mula - mula si induk ayam dengan penuh perhatian mengerami telor-telornya. Hingga waktu sekitar tiga pekan yang penuh cinta dan kehangatan cangkang telor menetas -terbelah ketukan paruhnya sendiri dari dalam. Berikutnya, sang induk akan mengiringi anak-anaknya belajar. Mengenali lingkungan, memilihkan makan dan menakar resiko hidup di alam dengan berbagai jurus agar survivor. Perlindungan induk demi keselamatan anaknya selalu maksimal. Akhirnya, diujung perpisahan, kala anak-anak itu makin besar dan dewasa si induk rela hati untuk menyapih - percaya melepas bebas anak-anak bersahabat dengan, sekaligus, menaklukkan alam, dengan kekuatannya sendiri.
Kaweruh bersahaja soal pengasuhan anak diatas adalah nasehat Kang Kadur, kakak kelas sekolah. Dia jurukunci Pinisepuh Adat Pasamuan Desa Kalukudi. Nama sepuhnya Ki Karyapada Winata. Ia keturunan ke-15 (kalau tidak salah) mewarisi garis darah dan kepercayaan keluarganya, Ki Purwagama, pinisepuh kunci Kesatu ratusan tahun silam.
Ki Kadur dan Paguyuban kaweruhnya terus menjaga kearifan lokal. SpiritnyaS bermuara pada Ketuhanan, Kesemestaan dan Kemanusiaan. Di Desa Kalikudi yang telah dikukuhkan menjadi Desa Inklusi Sosial selalu dibudayaka kehidupan yang toleran. Rahayu!
Mula - mula si induk ayam dengan penuh perhatian mengerami telor-telornya. Hingga waktu sekitar tiga pekan yang penuh cinta dan kehangatan cangkang telor menetas -terbelah ketukan paruhnya sendiri dari dalam. Berikutnya, sang induk akan mengiringi anak-anaknya belajar. Mengenali lingkungan, memilihkan makan dan menakar resiko hidup di alam dengan berbagai jurus agar survivor. Perlindungan induk demi keselamatan anaknya selalu maksimal. Akhirnya, diujung perpisahan, kala anak-anak itu makin besar dan dewasa si induk rela hati untuk menyapih - percaya melepas bebas anak-anak bersahabat dengan, sekaligus, menaklukkan alam, dengan kekuatannya sendiri.
Kaweruh bersahaja soal pengasuhan anak diatas adalah nasehat Kang Kadur, kakak kelas sekolah. Dia jurukunci Pinisepuh Adat Pasamuan Desa Kalukudi. Nama sepuhnya Ki Karyapada Winata. Ia keturunan ke-15 (kalau tidak salah) mewarisi garis darah dan kepercayaan keluarganya, Ki Purwagama, pinisepuh kunci Kesatu ratusan tahun silam.
Ki Kadur dan Paguyuban kaweruhnya terus menjaga kearifan lokal. SpiritnyaS bermuara pada Ketuhanan, Kesemestaan dan Kemanusiaan. Di Desa Kalikudi yang telah dikukuhkan menjadi Desa Inklusi Sosial selalu dibudayaka kehidupan yang toleran. Rahayu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar