Kamis, 06 Oktober 2011

Mengalir Sampai Jauh


Setiap anak ditolak keinginannya, ia menciptakan energi memberontak yang sama besar. Kreativitas dalam tubuh anak yang tengah berkembang bagai air yang terus coba mengalir. Bisa bergerak terukur seperti kran di rumah namun dapat pula mendobrak liar seperti air bah yang dahsyat.

Orang tua, yang sesungguhnya pernah melewati masa kanak-kanak dan muda, tidak perlu cemas. Sejauh mengenali arah keinginannya, orang tua yang paham anak sejak dini, bisa menemani ia tumbuh dan berkembang. Minat atas olah raga, ketrampilan dan seni, akademik, otomotif atau lainnya dapat membantu mengenali detil kemana hasrat diri anak akan mengalir.

Makin kita mengenal potensi, seperti minat, bakat, tabiat, ragawi dan hobi anak, tentu orang tua makin mudah memberi pencerahan: kemana arah masa depannya? Untuk itu orang tua dan anak  tidak boleh ada sekat komunikasi. Setiap kali orang tua dan anak bertemu, saat itu pula harus diciptakan suasana dan kesempatan untuk membangun kedekatan dan persepsi bersama -- tiap inchi permasalahan, pertumbuhan dan perkembangan keluarga. Kuncinya adalah kenali dan dekati.

Ruang paling nyaman bagi anak-anak berkomunikasi adalah jagad keinginannya. Tempat disekitar dia sedang bermain (indoor atau outdoor) dan topik diseputar ia mencurahkan minat. Keduanya adalah taman perbincangan yang paling menggairahkan dan inspiratif. Makin anak-orang tua dapat bercengkerama di taman yang nyaman dapat dipastikan hasil komunikasinya produktif. Sebaliknya, makin jauh orang tua menyeret pembicaraan keluar ranah itu, secara umum anak akan menurunkan hasrat dan menarik-kedalam peran dirinya, seperti siput yang tersentuh getaran.

Apabila anak sudah seperti siput percuma diluncurkan berbaris-baris nasehat dan kata-kata orang tua. Ia tidak beringsut pergi secara fisik, tetapi sebenarnya ia sudah menutup pintu rapat-rapat bagi masuknya informasi yang dapat menggerakkan hatinya. 

Orang tua perlu bersifat bijak. Kearifan Jawa mengutarakannya dengan ungkapan, "mili tapi ora keli". Orang tua sedapat mungkin mengiringi anak kemanapun mereka mengalir, tapi tidak ikut hanyut kedalamnya. Anak boleh mengajukan keinginan dan permintaan apapun atau bercita-cita menjadi siapa saja. Hanya saja orang tua perlu cermat. Berilah suatu pertimbangan bahwa untuk setiap pilihan hidupnya ada alasan dan keyakinan yang sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Anakku, mengalirlah sampai jauh...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar