Setiap anak ditolak keinginannya, ia menciptakan energi
memberontak yang sama besar. Kreativitas dalam tubuh anak yang tengah
berkembang bagai air yang terus coba mengalir. Bisa bergerak terukur seperti
kran di rumah namun dapat pula mendobrak liar seperti air bah yang dahsyat.
Orang tua, yang sesungguhnya pernah melewati masa kanak-kanak dan
muda, tidak perlu cemas. Sejauh mengenali arah keinginannya, orang tua yang
paham anak sejak dini, bisa menemani ia tumbuh dan berkembang. Minat atas olah
raga, ketrampilan dan seni, akademik, otomotif atau lainnya dapat membantu
mengenali detil kemana hasrat diri anak akan mengalir.
Makin kita mengenal potensi, seperti minat, bakat, tabiat, ragawi
dan hobi anak, tentu orang tua makin mudah memberi pencerahan: kemana arah masa
depannya? Untuk itu orang tua dan anak tidak boleh ada sekat komunikasi.
Setiap kali orang tua dan anak bertemu, saat itu pula harus diciptakan suasana
dan kesempatan untuk membangun kedekatan dan persepsi bersama -- tiap inchi
permasalahan, pertumbuhan dan perkembangan keluarga. Kuncinya adalah
kenali dan dekati.
Ruang paling nyaman bagi anak-anak berkomunikasi adalah jagad
keinginannya. Tempat disekitar dia sedang bermain (indoor atau outdoor) dan
topik diseputar ia mencurahkan minat. Keduanya adalah taman perbincangan yang
paling menggairahkan dan inspiratif. Makin anak-orang tua dapat bercengkerama
di taman yang nyaman dapat dipastikan hasil komunikasinya produktif.
Sebaliknya, makin jauh orang tua menyeret pembicaraan keluar ranah itu, secara
umum anak akan menurunkan hasrat dan menarik-kedalam peran dirinya, seperti
siput yang tersentuh getaran.
Apabila anak sudah seperti siput percuma diluncurkan
berbaris-baris nasehat dan kata-kata orang tua. Ia tidak beringsut pergi secara
fisik, tetapi sebenarnya ia sudah menutup pintu rapat-rapat bagi masuknya
informasi yang dapat menggerakkan hatinya.
Orang tua perlu bersifat bijak. Kearifan Jawa mengutarakannya
dengan ungkapan, "mili tapi ora keli". Orang tua sedapat mungkin
mengiringi anak kemanapun mereka mengalir, tapi tidak ikut hanyut kedalamnya.
Anak boleh mengajukan keinginan dan permintaan apapun atau bercita-cita menjadi
siapa saja. Hanya saja orang tua perlu cermat. Berilah suatu pertimbangan bahwa
untuk setiap pilihan hidupnya ada alasan dan keyakinan yang sehat dan dapat
dipertanggungjawabkan.
Anakku, mengalirlah sampai jauh...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar