Sebuah cermin merefleksikan tubuh kita. Nyaris persis, kecuali citra terbalik kanan kiri. Cermin memperlihatkan tubuh kita. Dari citra yang diberikannya, kita bisa melihat lekuk atau luka tubuh sendiri.
Seorang pemimpin yang baik adalah cermin yang merefleksikan rakyat yang baik pula. Visi pemimpin akan bersambung dengan cita-cita luhur rakyat. Misi dan program pemimpin pun sebangun dengan amanat penderitaan rakyat (Ampera).
Bijimana, politik uang? Politik uang membajak suara hati dengan kepalsuan. Mengubah partisipasi menjadi mobilisasi. Awalnya: menyesatkan penilaian pemilih. Kemudian: menciptakan cermin buram kepemimpinan. Akhirnya: merusak mutu demokrasi kita.
Ada sebersit tanya: Bukankah politik uang sudah nyata. Dan membudaya disekeliling kita? Betul. Bahkan meluas adanya. Faktanya tidak bisa dibantah. Namun, sebagai budaya yang salah dan menjerumuskan kualitas pemimpin terpilih, sudah semestinya kita perbaiki. Politik uang sebagai luka dan kesalahan tidaklah patut dipuja!
Seorang pemimpin yang baik adalah cermin yang merefleksikan rakyat yang baik pula. Visi pemimpin akan bersambung dengan cita-cita luhur rakyat. Misi dan program pemimpin pun sebangun dengan amanat penderitaan rakyat (Ampera).
Bijimana, politik uang? Politik uang membajak suara hati dengan kepalsuan. Mengubah partisipasi menjadi mobilisasi. Awalnya: menyesatkan penilaian pemilih. Kemudian: menciptakan cermin buram kepemimpinan. Akhirnya: merusak mutu demokrasi kita.
Ada sebersit tanya: Bukankah politik uang sudah nyata. Dan membudaya disekeliling kita? Betul. Bahkan meluas adanya. Faktanya tidak bisa dibantah. Namun, sebagai budaya yang salah dan menjerumuskan kualitas pemimpin terpilih, sudah semestinya kita perbaiki. Politik uang sebagai luka dan kesalahan tidaklah patut dipuja!


