BUPATI "EMANSIPASI" KRT REKSAWIJAYA
Sekalipun diawal abad ke-18, peran perempuan di sektor publik masih awam. Ada seorang Bupati Banjarnegara yang sudah cukup peduli dengan upaya peningkatan partisipasi pekerja perempuan.
Namanya KRT Reksawijaya (1710-1723). Ia satu diantara sedikit Bupati yang pernah dilibatkan dalam proyek penyusunan Serat Kandha, semasa Raja Sinuwun Paku Buwono I.
Reksawijaya semasa menjabat sangat perhatian terhadap perkembangan industri rumah tangga (home industry), tidak terkecuali kalangan perempuan.
Pada tahun 1714, sekelompok ibu-ibu pengrajin dikirimnya keluar kota untuk pelatihan cara bikin "payung kebesaran". Tepatnya di pusat kerajinan payung Desa Tanjung Kecamatan Juwiring Klaten.
Payung kebesaran adalah payung khusus yang melambangkan pangkat dan kedudukan seseorang.
Ada banyak jenis payung khusus sebagai pembeda lambang hirakhi: Bupati, wedana, mantri, demang dan abdi dalem.
Semasa Bupati Banjar Petambakan ke-9 ini, sebagian perempuan sudah dibekali kecakapan hidup dan didorong memiliki usaha agar menambah kesejahteraan keluarga. Semacam kegiatan PKK (saat ini) untuk memberdayakan keluarga dan meningkatkan kesejahteraannya.
(Bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar