Kamis, 23 Agustus 2018

Sejarah Banjar (Negara) #3


BUPATI "WIRAUSAHA" : KRT PURWONAGORO DAN KRT TAMBAKYUDA

Seorang kepala daerah, dimasa lalu, tidak hanya cukup faham seluk beluk birokrasi pemerintahan. Mereka giat menyuntikan virus wirausaha pula. Tujuannya sangat baik: Demi mengejawantahkan masyarakat yang "tata, titi, tentrem" serta "kerta lan raharja".

Bupati KRT Purwonagoro pada 1670 pernah  studi banding. Membawa rombongan untuk belajar cara membuat kecap ke Kabupaten Purwodadi Grobogan. Beliau ingin menumbuhkan kehidupan bisnis. Hasil pertanian, seperti kedelai perlu diolah agar memiliki nilai tambah lebih besar bagi petani.

Bupati yang satu ini bervisi wirausaha (entrepreneurship). Dengan tumbuh industri, khususnya pembuatan kecap, ia berharap sebagian warga Banjar Petambakan makin mandiri. Makin maju dan beragam usaha ekonomi (selain pertanian) yang dijalani warga, maka masyarakat suatu daerah akan hidup lebih makmur.

KRT Purwonagoro juga mencintai kesenian. Dimasa pemerintahannya, seni kerajinan, calung, lenggger, embeg, ketoprak dan wayang berkembang pesat. Dimasa ini pula seniman hidup makmur dan berkecukupan.

Sementara, Bupati KRT Tambakyuda (1680-1698) pernah ditugaskan Raja Sri Amangkurat Amral untuk membangun irigasi Kali Serayu. Tujuan utamanya untuk memperkuat sisi ketahanan pangan yang berbasis pertanian. Irigasi yang baik akan menghidupkan sawah baru. Sekaligus panen padi dan palawija akan lebih sering setiap setahun.

KRT Tambakyuda dikenal pula sebagai ahli metalurgi atau logam. Terutama senjata tradisional keris. Beliau menguasai pengetahuan sekitar 24 pamor keris. Diantaranya: pamor beraswutah, randuru, sekarpala, sulur ringin, udan mas, pandan binetot dan ombaking banyu.
Pun menguasai ilmu penempatan besi. Diantaranya besi 'mangangkang' yang diterangkannya berwarna hitam keunguan, pemakainya akan dicintai oleh banyak orang dan bisa berguna menjadi penawar racun.

Ada banyak jenis besi lainnya: walulin, katub, kamboja, ambal, winduadi, tumpang, werani,  tarate dan welangi. Masing-masing memiliki ciri, aura, guna, dan perawatan yang berbeda-beda.
(bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar