Senin, 20 Agustus 2018

Sejarah Banjar(negara) #1

Sejarah lokal senantiasa menarik untuk disimak. Bukan hanya intrik-intrik politik antar tokohnya dalam berebut kuasa. Namun, sesungguhnya terdapat sejumlah pandangan visioner dan aksi monumental tokohnya yang melampaui jaman.

Katakanlah, sejenis keahlian, karya nyata, buah pemikiran dan keunikan pribadi para Bupati yang hingga hari ini kita masih bisa memetik inspirasi dan mencontoh teladan hidupnya.

Tentu saja uraian ini tidak luput dari kesalahan dan kedangkalan. Dan kiranya bagi yang berminat dapat mengkritisi dan menyempurnakannya.

*PERIODISASI
Sejarah Banjarnegara setidaknya dapat dibagi kedalam 3 periodisasi: Jaman Kabupaten Banjar Petambakan (1582-1780) dengan dua belas masa bupati, Jaman Kabupaten Banjarwatulembu (1780-1831) dengan dua masa bupati dan Jaman Kabupaten Banjarnegara (1831-kini) dengan 15 masa bupati.

*KABUPATEN BANJAR PETAMBAKAN
Kabupaten Banjar Petambakan berdiri pada jaman Keraton Pajang. Saat itu sang raja bernama Joko Tingkir atau Mas Karebet. Kelak bergelar Kanjeng Sultan Hadiwijaya. Keraton Pajang merupakan perpindahan kekuasaan dari Keraton Demak Bintoro.

Asal mula Kabupaten Banjar Petambakan erat sekali dengan kisah Raden Joko Kaiman. Beliau menantu Adipati Wirasaba (kini, Purbalingga) Wargahutama I yang mendapat anugerah Sultan Hadiwijaya di Pajang untuk melanjutkan pemerintahan mertuanya.

Raden Joko Kaiman saat menjabat Adipati bergelar Wargahutama II. Menyadari bahwa dirinya hanya seorang menantu -- seijin Raja Pajang-- Raden Joko Kaiman membagi wilayah kekuasaan Wirasaba menjadi 4 wilayah: Wirasaba, Merden, Kejawar dan Banjar Petambakan.

Peristiwa bersejarah ketika Bupati Wirasaba Wargahutama II "mrapat" wilayah berlangsung pada 6 April 1582. Angka tahun tersebut sesungguhnya bisa dibilang sebagai "permulaan" sejarah pemerintahan Banjar Petambakan.

Bupati Banjar Petambakan pertama adalah KRT Wiroyudo (1582-1594). Beliau peletak dasar birokrasi di daerah. Bupati Banjar Petambakan berikutnya KRT Wargahutama (1594-1620) yang diangkat pada masa pemerintahan Keraton Mataram dipimpin Panembahan Senopati. Selanjutnya hingga ke-12 Bupati Banjar Petambakan berturut-turut adalah, KRT Wirakusuma (1620-1647), KRT Wirawijaya (1647-1659), KRT Purwanagoro (1659-1671), KRT Wirapraja (1671-1680), KRT Tambakyuda (1680-1698), KRT Reksayuda (1698-1710), KRT Reksawijaya (1710-1723), KRT Purwawijaya (1723-1730),  KRT Wironagoro (1730-1738), dan KRT Sosroyuda (1738-1780).

(sumber: Dr.  PURWADI, Buku Sejarah Kademangan Gumelem)
Bersambung - - >
Keahlian dan Keunikan
Para Bupati Banjar Petambakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar